Benjolan Telinga Anak: Penyebab & Cara Mengatasi

MasdoniOleh Masdoni
08, Juni, 2026 09:53:00 โ€ข โฑ 6 menit baca
Benjolan Telinga Anak: Penyebab & Cara Mengatasi

Sedang mengelus kepala si kecil, tiba-tiba jari menyentuh benjolan asing di belakang atau sekitar telinganya. Seketika pikiran melayang ke mana-mana: ini apa? Berbahaya tidak? Perlu operasi? Tenang dulu, Ayah Bunda. Benjolan telinga anak memang bikin panik, tapi dalam sebagian besar kasus penyebabnya jinak dan bisa ditangani. Yang penting, kita tahu apa saja kemungkinannya dan bagaimana menyikapinya dengan tepat.

Artikel ini akan membahas penyebab-penyebab umum benjolan di sekitar telinga anak, cara mengatasinya, dan kapan kalian harus segera ke dokter. Tujuannya satu: mengganti kepanikan dengan pengetahuan, supaya keputusan yang diambil tepat dan si kecil mendapat penanganan terbaik.

Penyebab 1: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Penyebab paling sering dari benjolan di belakang telinga anak adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh โ€” ia membengkak saat sedang "berperang" melawan infeksi, misalnya radang tenggorokan, flu, infeksi telinga, atau infeksi kulit kepala. Benjolannya biasanya kenyal, bisa digerakkan, dan kadang nyeri saat disentuh.

Kabar baiknya: pembengkakan ini umumnya akan mengecil sendiri begitu infeksinya sembuh. Tidak perlu dipencet atau diapa-apakan. Cukup atasi infeksi penyebabnya dan pantau perkembangannya. Kalau benjolannya menetap lebih dari dua tiga minggu setelah anak sembuh, barulah perlu dievaluasi lebih lanjut.

Penyebab 2: Infeksi dan Bisul di Sekitar Telinga

Benjolan yang merah, hangat, nyeri, dan kadang bernanah kemungkinan adalah infeksi kulit โ€” seperti bisul (furunkel) atau selulitis โ€” di area sekitar telinga. Anak-anak gampang terkena karena mereka sering menggaruk atau memegang telinga dengan tangan kotor. Gigitan serangga di area telinga yang terinfeksi juga bisa menimbulkan benjolan serupa.

Untuk infeksi ringan, kompres hangat beberapa kali sehari dan jaga kebersihannya biasanya membantu. Tapi jangan memencet atau menusuknya sendiri โ€” itu bisa memperparah infeksi. Kalau benjolannya membesar cepat, sangat nyeri, atau disertai demam, segera ke dokter. Infeksi di area kepala tidak boleh dianggap enteng karena dekat dengan struktur penting.

Penyebab 3: Kista dan Lipoma

Benjolan yang tidak nyeri, tumbuh perlahan, dan teraba kenyal bisa jadi kista (kantong berisi cairan) atau lipoma (tumor jinak dari jaringan lemak). Kista sebasea di belakang telinga cukup umum pada anak โ€” biasanya tidak berbahaya dan tidak butuh penanganan kecuali membesar, meradang, atau mengganggu.

Lipoma juga jinak: benjolan lemak yang lunak, bisa digerakkan, dan tumbuh sangat lambat. Keduanya umumnya tidak memerlukan tindakan selama tidak menimbulkan keluhan. Dokter biasanya hanya menyarankan observasi. Pengangkatan baru dipertimbangkan kalau benjolannya membesar signifikan atau untuk alasan kosmetik saat anak lebih besar.

Penyebab 4: Gondongan (Parotitis)

Kalau bengkaknya di area bawah telinga dekat rahang dan disertai demam serta nyeri saat mengunyah, waspadai gondongan โ€” infeksi virus pada kelenjar ludah parotis. Gondongan menular dan umumnya menyerang anak-anak, dengan bengkak yang khas di satu atau kedua sisi wajah.

Penanganannya bersifat suportif: istirahat, cukup cairan, kompres, dan obat penurun demam bila perlu. Yang penting, anak diisolasi supaya tidak menularkan ke teman-temannya. Pencegahan terbaiknya adalah vaksinasi MMR yang memang sudah termasuk dalam jadwal imunisasi. Kalau anak kalian sudah divaksin lengkap, risikonya jauh lebih kecil.

Penyebab 5: Mastoiditis dan Infeksi Telinga Tengah

Benjolan atau bengkak di tulang belakang telinga (mastoid) yang disertai nyeri telinga hebat, demam, dan keluar cairan dari telinga bisa menjadi tanda mastoiditis โ€” infeksi pada tulang mastoid yang merupakan komplikasi dari infeksi telinga tengah (otitis media) yang tidak tertangani. Ini kondisi serius yang butuh penanganan medis segera.

Inilah alasan kenapa infeksi telinga pada anak tidak boleh disepelekan. Kalau anak mengeluh sakit telinga, demam, dan rewel โ€” terutama bayi yang belum bisa mengungkapkan โ€” segera periksakan. Penanganan dini infeksi telinga mencegah komplikasi seperti mastoiditis yang penanganannya jauh lebih kompleks.

Cara Mengatasi di Rumah (yang Aman)

Untuk benjolan ringan tanpa tanda bahaya, ada hal yang bisa dilakukan di rumah. Kompres hangat pada benjolan selama 10-15 menit, dua tiga kali sehari, membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan infeksi ringan. Jaga kebersihan area sekitar telinga, dan ajari anak untuk tidak menggaruk atau memencet benjolannya.

Pantau perkembangannya: catat ukurannya (membesar, mengecil, atau stabil?), apakah nyeri bertambah atau berkurang, dan apakah muncul gejala lain seperti demam. Catatan sederhana ini sangat membantu dokter saat konsultasi. Beri obat penurun demam atau pereda nyeri yang sesuai usia anak bila ia tampak tidak nyaman โ€” ikuti aturan pakai di kemasan.

Yang TIDAK Boleh Dilakukan

Penting sekali: jangan memencet, menusuk, atau mencoba memecahkan benjolan di sekitar telinga anak. Area ini dekat dengan pembuluh darah dan saraf penting; tindakan sembarangan berisiko infeksi serius. Jangan juga mengoleskan sembarang salep, minyak, atau ramuan tradisional tanpa tahu apa isi benjolannya.

Jangan menunda pemeriksaan dengan alasan "nanti juga sembuh sendiri" kalau ada tanda bahaya. Dan jangan mendiagnosis sendiri lewat internet โ€” informasi di artikel ini untuk menambah pengetahuan, bukan menggantikan pemeriksaan dokter. Setiap anak itu unik, dan diagnosis yang tepat butuh pemeriksaan langsung.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter anak atau dokter THT kalau: benjolan tumbuh cepat dalam hitungan hari, terasa sangat nyeri, kulit di atasnya merah dan panas, disertai demam tinggi, keluar nanah atau cairan dari telinga, pendengaran anak terganggu, benjolannya keras dan tidak bisa digerakkan, atau menetap lebih dari dua tiga minggu tanpa perubahan.

Dokter akan memeriksa benjolannya, mungkin melakukan USG atau pemeriksaan penunjang lain bila diperlukan, dan menentukan apakah cukup diobservasi, butuh obat, atau perlu tindakan lebih lanjut. Percayakan pada ahlinya โ€” kalian sudah melakukan bagian kalian dengan waspada dan mencari informasi.

Mencegah Benjolan di Area Telinga

Meski tidak semua penyebab bisa dicegah, beberapa langkah membantu: jaga kebersihan telinga anak (bersihkan bagian luarnya saja, jangan mengorek liang telinga dengan cotton bud!), lengkapi imunisasi termasuk MMR, segera obati infeksi telinga atau tenggorokan, ajari anak mencuci tangan dan tidak berbagi barang pribadi, dan atasi alergi kulit kepala yang bikin anak sering menggaruk.

Biasakan juga memeriksa tubuh anak secara berkala โ€” saat memandikan atau sebelum tidur, raba lembut area belakang telinga, leher, dan ketiak. Deteksi dini selalu lebih baik daripada penanganan terlambat. Kebiasaan kecil ini bisa menyelamatkan dari masalah besar.

Akhir Kata

Jadi, benjolan di telinga anak paling sering disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi โ€” umumnya jinak dan membaik sendiri. Tapi tetap waspadai tanda bahaya dan jangan ragu ke dokter bila ada yang mencurigakan. Kuncinya: jangan panik, jangan utak-atik sendiri, pantau perkembangannya, dan serahkan diagnosis pada ahlinya. Semoga si kecil sehat selalu dan benjolannya lekas menghilang!

Artikel Terkait

Lihat Semua โ†’