Atasi Kuping Sakit Saat Menyelam: Cara Ampuh

MasdoniOleh Masdoni
13, Maret, 2026 19:33:00 โ€ข โฑ 6 menit baca
Atasi Kuping Sakit Saat Menyelam: Cara Ampuh

Baru turun dua meter, kuping langsung nyut-nyutan seperti ditusuk. Teman-teman sudah asyik di bawah, kalian malah sibuk naik-turun menahan sakit. Menyebalkan, kan? Kuping sakit saat menyelam adalah keluhan paling umum di kalangan penyelam โ€” dari yang baru pertama kali snorkeling sampai diver berpengalaman pun sesekali mengalaminya.

Kabar baiknya, masalah ini hampir selalu bisa diatasi dengan teknik yang benar. Sakit kuping saat menyelam bukan kutukan buat mereka yang "tidak bakat", melainkan soal fisika sederhana: tekanan. Pahami mekanismenya, kuasai tekniknya, dan kalian bisa menyelam dengan nyaman. Yuk, kita bahas tuntas!

Kenapa Kuping Sakit Saat Menyelam?

Begini fisika sederhananya. Telinga tengah adalah rongga berisi udara yang terhubung ke hidung lewat saluran kecil bernama tuba eustachius. Di permukaan, tekanan udara di telinga tengah sama dengan tekanan luar. Tapi setiap turun 10 meter di air, tekanan bertambah 1 atmosfer. Air menekan gendang telinga dari luar, sementara udara di telinga tengah tidak bisa menyesuaikan sendiri dengan cepat.

Akibatnya gendang telinga terdorong ke dalam โ€” dan itulah sumber rasa sakitnya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut barotrauma telinga. Kalau dipaksakan terus tanpa menyamakan tekanan (equalizing), gendang telinga bisa robek. Itu sebabnya aturan emas menyelam: jangan pernah menyelam menahan sakit kuping. Sakit adalah sinyal berhenti, bukan tantangan.

Teknik Equalizing: Keterampilan Wajib Penyelam

Equalizing adalah cara menyamakan tekanan telinga tengah dengan tekanan luar, dan ini keterampilan nomor satu yang harus dikuasai sebelum menyelam. Teknik paling populer adalah Valsava: jepit hidung, tutup mulut, lalu tiup perlahan lewat hidung seperti sedang membuang ingus dengan lembut. Kalian akan merasakan "plop" kecil di telinga โ€” itu tanda berhasil.

Kuncinya: lakukan sejak awal dan sering. Jangan tunggu sampai sakit baru equalize โ€” kalau sudah sakit, biasanya sudah terlambat dan salurannya makin sulit dibuka. Equalize setiap setengah sampai satu meter di awal penyelaman, karena perubahan tekanan paling drastis terjadi di 10 meter pertama. Teknik lain yang bisa dicoba: Toynbee (jepit hidung sambil menelan ludah) atau Frenzel (menggunakan otot tenggorokan, favorit para freediver). Coba-coba di darat dulu sampai menemukan yang paling cocok.

Turun Perlahan: Jangan Terburu-buru

Banyak kasus kuping sakit terjadi karena penyelam turun terlalu cepat โ€” apalagi kalau ikut-ikutan teman yang sudah mahir. Setiap orang punya kecepatan equalizing yang berbeda, dan itu normal. Atur kecepatan turun mengikuti telinga kalian, bukan mengikuti grup.

Teknik praktisnya: turun dengan kaki dulu (feet first) sambil berpegangan pada tali jangkar (descent line). Posisi ini membuat equalizing lebih mudah dibanding kepala dulu. Kalau telinga mulai terasa "penuh" atau tidak nyaman, berhenti, naik sedikit (30โ€“50 cm), equalize, baru lanjut turun. Tidak ada yang akan menertawakan penyelam yang naik sedikit demi keselamatan telinganya. Malah sebaliknya โ€” itulah tanda penyelam yang cerdas.

Jangan Menyelam Saat Pilek atau Flu

Ini aturan yang paling sering dilanggar โ€” dan paling sering berujung masalah. Saat pilek dan flu, selaput lendir di hidung dan tuba eustachius membengkak. Saluran equalizing yang sudah sempit jadi makin tersumbat, sehingga udara tidak bisa masuk ke telinga tengah. Hasilnya: kuping sakit parah bahkan di kedalaman dangkal, dan risiko barotrauma melonjak.

"Tapi saya sudah minum obat flu, hidung sudah plong." Eits, hati-hati. Dekongestan memang bisa membuka saluran sementara, tapi efeknya bisa habis di tengah penyelaman โ€” saat itulah masalah muncul karena kalian sudah di bawah dan obatnya keburu habis. Belum lagi beberapa obat flu menyebabkan kantuk yang berbahaya saat menyelam. Aturan amannya sederhana: kalau tidak bisa equalize dengan mudah di darat, jangan menyelam hari itu. Laut tidak akan ke mana-mana; telinga kalian cuma sepasang.

Posisi Kepala dan Teknik Pernapasan

Posisi kepala memengaruhi kelancaran equalizing. Menundukkan kepala (melihat ke bawah) atau memiringkannya ke satu sisi kadang membantu membuka tuba eustachius yang "bandel". Beberapa penyelam merasa satu telinga lebih sulit di-equalize daripada yang lain โ€” biasanya karena anatomi saluran yang sedikit berbeda. Kalau begitu, miringkan kepala ke sisi yang sulit sambil melakukan Valsava.

Menelan ludah secara berkala juga membantu karena gerakan menelan membuka tuba eustachius secara alami. Makanya teknik Toynbee (menelan sambil menjepit hidung) efektif. Hindari menyelam dalam kondisi dehidrasi berat atau setelah begadang โ€” kondisi tubuh yang tidak fit membuat selaput lendir lebih mudah membengkak dan equalizing jadi lebih sulit.

Perawatan Kuping Sebelum dan Sesudah Menyelam

Sebelum menyelam, pastikan telinga bersih dari penumpukan kotoran (serumen) yang berlebihan. Kotoran telinga yang menumpuk bisa menghambat equalizing dan memerangkap air. Tapi jangan membersihkan dengan cotton bud secara agresif โ€” itu justru mendorong kotoran makin dalam. Kalau merasa tersumbat, periksakan ke dokter THT untuk dibersihkan secara profesional sebelum trip menyelam.

Sesudah menyelam, miringkan kepala ke tiap sisi untuk mengeluarkan air yang terperangkap. Jangan mengorek-ngorek dengan jari atau cotton bud. Kalau telinga terasa penuh berjam-jam setelah menyelam, coba tetes telinga berbahan alkohol-asam asetat (dijual bebas) yang membantu mengeringkan sisa air โ€” tapi jangan dipakai kalau gendang telinga diduga bermasalah. Telinga yang sehat seharusnya kembali normal dalam beberapa jam.

Kapan Harus ke Dokter? Jangan Sepelekan!

Sebagian besar kuping sakit saat menyelam pulih sendiri. Tapi segera ke dokter THT kalau mengalami: pendengaran berkurang atau terasa tersumbat lebih dari 24โ€“48 jam setelah menyelam, keluar darah atau cairan dari telinga, pusing berputar (vertigo) yang hebat, atau telinga berdenging terus-menerus. Ini bisa jadi tanda gendang telinga robek atau barotrauma telinga dalam โ€” yang terakhir ini serius dan butuh penanganan segera.

Aturan penting: jangan menyelam lagi sampai telinga benar-benar pulih dan dinyatakan aman oleh dokter. Memaksakan menyelam dengan telinga yang belum sembuh bisa mengubah cedera ringan menjadi kerusakan permanen. Tidak ada spot menyelam yang layak ditukar dengan pendengaran kalian.

Tips Tambahan Buat Pemula

Buat kalian yang baru belajar menyelam, ikuti kursus dasar (seperti Open Water) dari instruktur bersertifikat โ€” teknik equalizing adalah materi wajib di sana dan kalian bisa latihan dengan aman didampingi profesional. Jangan belajar otodidak dari video lalu langsung nyemplung di laut dalam.

Latihan equalizing bisa dilakukan di mana saja: di kamar, di mobil, di kantor (mungkin jangan di kantor, nanti dikira aneh). Semakin sering dilatih, semakin refleks gerakannya. Dan satu tips psikologis: rileks. Ketegangan membuat otot-otot sekitar saluran telinga ikut tegang dan equalizing jadi lebih sulit. Bernapas pelan, santai, nikmati prosesnya. Menyelam itu rekreasi, bukan ujian.

Akhir Kata

Kuping sakit saat menyelam hampir selalu disebabkan oleh kegagalan menyamakan tekanan โ€” dan solusinya ada di tangan kalian: equalize sejak awal dan sesering mungkin, turun perlahan, jangan menyelam saat pilek, dan jangan pernah memaksakan diri menahan sakit. Kuasai tekniknya, hormati sinyal tubuh, dan dunia bawah laut akan terbuka lebar tanpa drama kuping nyut-nyutan. Selamat menyelam dengan nyaman!

Artikel Terkait

Lihat Semua โ†’