BPOM RI Temukan 108 Kosmetik Ilegal-Berbahaya Picu Kanker-Rusak Ginjal, Waspada 5 Kandungan Maut Ini

MasdoniOleh Masdoni
17, September, 2026 08:40:00 โ€ข โฑ 6 menit baca
BPOM RI Temukan 108 Kosmetik Ilegal-Berbahaya Picu Kanker-Rusak Ginjal, Waspada 5 Kandungan Maut Ini

Kabar yang bikin merinding buat para pecinta skincare: BPOM RI menemukan 108 produk kosmetik ilegal dan berbahaya yang beredar di pasaran. Temuannya bukan main-main โ€” sebagian produk ini diduga mengandung bahan yang bisa memicu kanker dan merusak ginjal. Lebih mengerikan lagi, produk-produk ini dijual bebas di marketplace dan media sosial dengan harga murah dan klaim "putih dalam 7 hari". Kalau kalian salah satu pembelinya, artikel ini wajib dibaca sampai habis.

Temuan BPOM ini adalah pengingat keras: tidak semua yang dijual itu aman, dan tidak semua yang viral itu benar. Di balik kemasan cantik dan testimoni glowing, bisa tersembunyi bahan-bahan berbahaya yang merusak kulit โ€” bahkan organ dalam โ€” secara perlahan. Kenali 5 kandungan maut yang diwaspadai, cara mengenali kosmetik ilegal, dan langkah melindungi diri.

Temuan BPOM: 108 Kosmetik Ilegal-Berbahaya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk kosmetik yang beredar. Dalam temuan yang menjadi sorotan ini, 108 produk dinyatakan ilegal โ€” artinya tidak memiliki izin edar resmi โ€” dan sebagian terbukti mengandung bahan berbahaya yang dilarang. Produk-produk ini mayoritas adalah krim pemutih, losion pencerah, dan sabun kecantikan yang menjanjikan hasil instan.

Modusnya klasik: dijual murah di platform online, dikemas menarik, dipasarkan lewat testimoni dan endorse. Sasarannya: konsumen yang ingin hasil cepat tanpa memahami risikonya. BPOM telah memerintahkan penarikan dan pemusnahan, tapi produk serupa terus bermunculan dengan merek baru. Kewaspadaan konsumen adalah benteng terakhir.

Kandungan Maut #1: Merkuri

Merkuri adalah "bintang" paling berbahaya dalam kosmetik ilegal. Fungsinya? Memutihkan kulit dengan cepat โ€” itulah kenapa krim bermerkuri laris manis. Tapi harganya mengerikan: merkuri merusak ginjal, mengganggu sistem saraf, dan paparan jangka panjang diduga berkaitan dengan risiko kanker. Ibu hamil yang memakai krim bermerkuri juga membahayakan janinnya.

Ciri krim bermerkuri: hasil memutihkan sangat cepat (hitungan hari), tekstur lengket dan bau menyengat (kadang ditutupi parfum kuat), dan kulit jadi sangat sensitif terhadap matahari. Kalau krim kalian memberi hasil "ajaib" dalam seminggu โ€” curigalah. Kecantikan instan hampir selalu ada harganya.

Kandungan Maut #2: Hidrokuinon Berlebih

Hidrokuinon sebenarnya boleh dipakai dalam kosmetik โ€” tapi dengan batas maksimal 2% dan harus di bawah pengawasan dokter. Masalahnya, produk ilegal sering mengandung hidrokuinon jauh di atas batas aman, bahkan sampai belasan persen. Efek jangka pendeknya memang memutihkan, tapi jangka panjangnya: ochronosis (kulit menghitam permanen yang justru tidak bisa diobati), iritasi kronis, dan kulit menipis.

Yang lebih menakutkan, beberapa penelitian menduga paparan hidrokuinon berlebih berkaitan dengan risiko kanker. Ini bukan bahan yang bisa dipakai sembarangan tanpa resep dan pengawasan. Kalau produk tidak mencantumkan kadarnya dengan jelas โ€” atau tidak punya izin edar โ€” jangan ambil risiko.

Kandungan Maut #3: Steroid (Kortikosteroid)

Kortikosteroid seperti betametason dan klobetasol adalah obat keras yang seharusnya hanya dipakai atas resep dokter untuk kondisi tertentu. Tapi banyak krim pemutih ilegal mencampurkannya diam-diam karena efeknya: kulit tampak putih, mulus, dan bebas jerawat dalam waktu singkat. Kedengarannya sempurna? Tunggu efek sampingnya.

Pemakaian steroid tanpa pengawasan menyebabkan kulit menipis, pembuluh darah melebar permanen (rosacea steroid), jerawat steroid yang parah, dan ketergantungan โ€” begitu berhenti, kulit "memberontak" dengan breakout hebat. Penggunaan jangka panjang juga bisa menekan kelenjar adrenal dan memengaruhi tubuh secara sistemik. Ini obat, bukan skincare โ€” perlakukan sebagaimana mestinya.

Kandungan Maut #4: Timbal (Lead) dan Logam Berat Lain

Timbal dan logam berat lain seperti arsenik kadang ditemukan dalam kosmetik ilegal โ€” terutama produk warna (lipstik, eyeshadow) dan krim tradisional tanpa standar produksi. Timbal menumpuk dalam tubuh dan merusak ginjal, sistem saraf, serta diduga bersifat karsinogenik (memicu kanker) pada paparan kronis.

Bahanya: logam berat tidak memberi efek instan yang terasa, jadi korban tidak sadar sedang diracuni perlahan. Akumulasinya bertahun-tahun baru menunjukkan gejala: kelelahan kronis, gangguan ginjal, masalah saraf. Inilah kenapa standar produksi dan izin edar itu penting โ€” mereka memastikan bahan baku diperiksa, bukan asal campur.

Kandungan Maut #5: Pewarna dan Pengawet Terlarang

Pewarna tekstil seperti rhodamin B (pewarna merah) dan methanyl yellow kadang dipakai dalam lipstik dan perona pipi ilegal agar warnanya "nendang" dengan harga murah. Keduanya dilarang untuk kosmetik karena diduga karsinogenik. Pengawet terlarang dan formaldehid berlebih juga ditemukan dalam beberapa produk โ€” memicu alergi, iritasi, dan diduga berkaitan dengan risiko kanker nasofaring pada paparan tinggi.

Aturannya sederhana: kalau warna kosmetik terlalu menyala dengan harga tidak masuk akal, waspadalah. Produk legal memakai pewarna food-grade atau cosmetic-grade yang sudah diuji keamanannya โ€” dan harganya memang tidak bisa semurah pewarna tekstil.

Cara Mengenali Kosmetik Ilegal

Bekali diri dengan ceklis ini sebelum membeli. Pertama, cek izin edar: produk legal mencantumkan nomor BPOM (notifikasi) pada kemasan โ€” formatnya NA atau NC diikuti angka. Verifikasi di situs resmi BPOM atau aplikasi BPOM Mobile. Kedua, waspadai klaim berlebihan: "putih permanen 7 hari", "tanpa efek samping", "100% aman untuk semua kulit" โ€” klaim absolut adalah bendera merah.

Ketiga, curigai harga yang tidak masuk akal murahnya untuk klaim sehebat itu. Keempat, periksa kemasan: label tidak jelas, tidak ada komposisi lengkap, tidak ada nama produsen dan alamat, atau ejaan berantakan. Kelima, hanya beli dari penjual resmi โ€” official store atau apotek terpercaya. Marketplace penuh dengan produk palsu yang kemasannya meniru produk asli.

Keenam, manfaatkan aplikasi BPOM Mobile โ€” cukup pindai barcode atau ketik nama produk, langsung ketahuan status izin edarnya. Kebiasaan cek 30 detik ini bisa menyelamatkan kulit dan organ dalam kalian dari kerusakan bertahun-tahun. Jadikan ritual sebelum checkout, bukan setelah wajah bermasalah.

Sudah Terlanjur Pakai? Ini yang Harus Dilakukan

Kalau kalian baru sadar produk yang dipakai termasuk dalam daftar temuan BPOM atau menunjukkan ciri-ciri berbahaya: pertama, hentikan pemakaian segera โ€” jangan dihabiskan "sayang". Kedua, jangan panik tapi observasi: catat keluhan yang muncul (gatal, perih, kulit menipis, jerawat parah).

Ketiga, konsultasi ke dokter kulit โ€” jangan ke penjualnya atau "konsultan kecantikan" online. Dokter bisa menilai kerusakan dan memberi penanganan pemulihan yang tepat. Keempat, laporkan produk ke BPOM melalui aplikasi atau kanal resmi โ€” laporan kalian melindungi konsumen lain. Kelima, beri waktu kulit pulih: kembalikan ke basic skincare yang lembut dan berizin, jangan langsung coba produk "pemutih" lain.

Akhir Kata

Temuan 108 kosmetik ilegal berbahaya oleh BPOM ini bukan untuk menakuti โ€” tapi untuk menyadarkan. Kecantikan yang sehat tidak butuh jalan pintas beracun. Waspadai 5 kandungan maut: merkuri, hidrokuinon berlebih, steroid, timbal, dan pewarna terlarang. Selalu cek izin BPOM, beli dari sumber resmi, dan curigai hasil instan. Kulit kalian adalah investasi jangka panjang โ€” jangan digadaikan demi glowing seminggu. Jadilah konsumen cerdas!

Artikel Terkait

Lihat Semua โ†’